100 Hari Menempa Karakter : Politeknik KP Pangandaran Tutup Masa Pembentukan Karakter dengan Longmarch

Pangandaran – Sabtu (15/11) Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran menutup rangkaian Masa Pembentukan Karakter (MPK) Calon Tarun Angkatan IX dengan kegiatan longmarch yang penuh makna setelah melalui proses pembinaan intensif selama seratus hari.

Sejak Agustus 2025, MPK menjadi wadah pembentukan disiplin, solidaritas, dan kepemimpinan. Selama seratus hari, para taruna/i ditempa melalui beragam kegiatan fisik, mental, dan sosial yang dirancang untuk menumbuhkan ketangguhan serta integritas sebagai insan kelautan dan perikanan.

Puncak kegiatan ditandai dengan longmarch yang dimulai sejak jumat malam hingga berakhir pada sabtu pagi, menyusuri lanskap Pangandaran dari pesisir hingga perkampungan nelayan. Perjalanan panjang ini bukan sekadar langkah fisik, melainkan simbol keteguhan hati, kebersamaan, dan transisi dari masa pembinaan menuju kesiapan menghadapi tantangan akademik dan profesi.

Penutupan MPK berlokasi di Lapangan Rengganis, Cagar Alam Pangandaran dan dihadiri oleh Direktur PKPP dan turut mengundang Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Laksamana Muda TNI Dr. Mukhlis, S.T., M.M., CHRMP., CACA., CRMP., CTMP.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan vokasi kelautan dan perikanan dengan institusi pertahanan maritim, sekaligus dukungan nyata terhadap pembentukan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa dan negara. (HUMAS-PKPP)

Taruna Politeknik KP Pangandaran berhasil membawa pulang medali dari Kejurnas Karate BKC 2025 di Bandung

Pangandaran – Senin (3/11) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bandung Karate Club (BKC) Piala Wakil Menteri Pertahanan RI tahun 2025 telah sukses diselenggarakan di GOR C-tra Arena, Jalan Cikutra, Bandung, mulai 29 Oktober – 1 November 2025. Delegasi karateka BKC Dojo Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran (PKPP) yang ditugaskan terdiri dari 2 taruna dan 1 taruni. Mereka telah berpartisipasi pada 4 nomor tanding yakni 1 kelas prestasi -61 kg putra serta 3 kelas festival -61 kg putra, -55 kg putra dan +59 kg putri.

Dalam arahannya, Direktur PKPP, Arpan Siregar, A.Pi, M.S.T.Pi, menyampaikan bahwa partisipasi tim karateka taruna pada kejurnas BKC merupakan bukti konkrit dukungan kampus serta semangat atlet terhadap pengembangan prestasi bidang non-akademik yang dapat memberikan pengaruh sangat positif dalam meningkatkan motivasi belajar, membangun kepercayaan diri, ketangguhan fisik-mental dan keteguhan dalam bela negara. Kekuatan tersebut sangat dibutuhkan generasi muda saat ini untuk mengaktualisasikan nasionalisme dalam mengisi pembangunan sektor kelautan dan perikanan guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan pengamatan pelatih, Kang Yusup Junaedi, bahwa atletnya menunjukkan semangat dan performa yang optimal selama selama berada di arena tanding. Daya tahan dan daya juangnya telah sesuai dengan target pencapaian selama sesi latihan, semuanya telah mengikuti dan menjalankan petunjuk, sehingga dapat menyelesaikan rangkaian pertandingan dengan menggunakan teknik yang tepat dan tentunya mengutamakan keselamatan baik diri sendiri maupun lawan. Tim pelatih lainnya, kang Endi Wendi Lala dan teh Deti Intia, juga menyampaikan hal senada, secara bersama-sama tim pelatih membekali para atlet dengan teknik maupun strategi mendulang skor/poin tanpa mencederai lawan. Salah satu keunggulan taruna diantaranya memiliki fisik dan mental yang stabil karena pembinaan fisik dan mental sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di asrama, terlebih selama Masa Pembentukan Karakter yang dilaksanakan sekitar 100 hari pertama telah membentuk kepribadian mereka sebagai seorang atlet karate.

Setelah mengikuti rangkaian pertandingan baik kelas prestasi maupun festival, delegasi taruna berhasil menorehkan kembali sejarah karate Dojo PKPP dengan perolehan medali sebagai berikut, yakni: 1) Dhafa Shalih Dhiurahman (Prodi TKL, 20), juara 3 kumite perorangan -61 kg putra dan juara 1 kumite festival -61 kg putra; 2) Allia Yudha Kusuma (Prodi TKL, 19), juara 1 kumite festival +59 kg putri; 3) M. Bintang Pamungkas (Prodi BDI, 19), juara 1 kumite festival -55 kg putra. Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur III, Afriana Kusdinar, M.Sc., menyampaikan bahwa para atlet akan mendapatkan pembinaan lanjutan dan latihan intensif untuk Kejuaraan antar Dojo (Kejurdo) di Tasikmalaya pada November ini.

Selain delegasi atlet taruna PKPP, turut hadir juga memperkuat delegasi Kabupaten Pangandaran lainnya mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah baik SMP/MTs maupun SMA/MA/SMK. Adapun total perolehan medali delegasi Kabupaten Pangandaran pada Kejurnas BKC 2025 adalah 27 medali yang terdiri dari 3 perunggu (kelas prestasi) serta 18 emas dan 6 perak (kelas festival). (HUMAS-PKPP)

SEMARAK BULAN BAKTI Dalam Rangka HUT KKP ke-26

Pangandaran – Jum’at (24/10) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke-26, telah diselenggarakan serangkaian kegiatan terpadu yang melibatkan unsur unit teknis KP di wilayah Pangandaran. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PKPP, PPI Cikidang, PSDKP Pangandaran, serta Penyuluh KP Pangandaran, dengan partisipasi aktif dari pegawai dan calon taruna (Catar) Angkatan IX.

Rangkaian acara dimulai dengan senam bersama di lapangan PPI Cikidang sebagai bentuk penguatan kebugaran jasmani dan solidaritas antar unit kerja. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman vegetasi pantai di kawasan PPI Cikidang dan muara sungai kompleks kampus PKPP, yang bertujuan untuk mendukung upaya konservasi ekosistem pesisir serta mitigasi dampak abrasi dan perubahan iklim.

Partisipasi calon taruna dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual dalam Masa Pembentukan Karakter (MPK) Catar/i Angkatan IX. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lintas sektor, para Catar diperkenalkan pada nilai-nilai dasar pengabdian, kolaborasi kelembagaan, dan tanggung jawab ekologis yang melekat dalam tugas-tugas kelautan dan perikanan.

Peringatan HUT KKP ke-26 bukan sekadar momentum seremonial, melainkan refleksi atas komitmen berkelanjutan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui semangat kebersamaan dan aksi nyata di tingkat lokal, kita memperkuat fondasi kelembagaan dan menegaskan bahwa laut adalah masa depan bangsa yang harus dijaga dengan ilmu, integritas, dan kolaborasi. (HUMAS-PKPP)

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik KP Pangandaran (PKPP) di Desa Cintakarya, Kabupaten Pangandaran Terus Berlanjut

Pangandaran – Kamis (23/10) Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran Semester Ganjil 2025/2026 kembali dilaksanakan di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran pada hari Kamis, 23 Oktober 2025. Sebagai desa mitra, kegiatan PkM PKPP dilaksanakan secara terprogram tiap semester di Desa Cintakarya.

Kegiatan dihadiri oleh kelompok budidaya serta kelompok pengolahan yang ada di Desa Cintakarya Blok Nyalindung bersama Dosen, Tenaga Pendidik dan taruna dari Program Studi Budidaya Ikan, Pengolahan Hasil Laut dan Teknologi Kelautan.

Kegiatan di awali dengan pembukaan oleh Ketua P3M PkPP dan perwakilan Kepala Desa Cintakarya. Setelah itu kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemberian materi dan diskusi bersama masyarakat. Program Studi BDI menyampaikan materi terkait sistem filtrasi air budidaya, Program Studi PHL menyampaikan materi terkait manfaat ikan sebagai pencegah stunting, Program Studi TKL menyampaikan materi terkait teknologi pengukuran kualitas air. (HUMAS-PKPP)

Fieldtrip Inspiratif Catar Angkatan 09 di Penangkaran Penyu Yayasan Raksa Bintana

Pangandaran – Ahad (19/10) Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran kembali menggelar kegiatan edukatif dalam rangka Masa Pembentukan Karakter (MPK) bagi Calon Taruna (Catar) Angkatan IX. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk fieldtrip inspiratif ke Penangkaran Penyu Raksa Bintana yang berlokasi di Pantai Batuhiu, Pangandaran.

Para Catar mendapatkan pemaparan langsung mengenai konservasi penyu, siklus hidup penyu, serta tantangan pelestarian ekosistem pesisir dari pengelola penangkaran, Bapak Kurdi dan Mas Faiq. Penjelasan yang disampaikan secara interaktif dan penuh semangat memberikan wawasan baru bagi para Catar mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut dan pesisir sebagai bagian dari identitas kelautan Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, tanggung jawab sosial, serta membangun karakter calon taruna sebagai generasi penerus bidang kelautan dan perikanan yang berintegritas dan berwawasan luas.

Melalui kunjungan ini, para peserta tidak hanya belajar secara langsung dari praktik konservasi, tetapi juga diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai insan akademik yang kelak akan berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran terus berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan antara teori dan praktik lapangan, serta membentuk karakter taruna yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (HUMAS-PKPP)

Menjaring calon atlet Stand-Up Paddle (SUP) Politeknik KP Pangandaran bersama Pos TNI-AL Pangandaran menyeleksi 65 calon taruna-taruni

Pangandaran – Sabtu (18/10) Dalam rangka mengenalkan salah satu olah raga air yang populer dan digemari oleh semua tingkatan usia di Indonesia setidaknya dalam satu dekade terakhir yakni Stand-Up Paddle (SUP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran (PKPP) bersama Pos TNI-AL Pangandaran berinisiatif mengenalkan SUP kepada 65 calon taruna-taruni yang saat ini sedang menjalani Masa Pembentukan Karakter (MPK) atau Basis. Pengenalan SUP ini menjadi penting dan strategis karena Pangandaran memiliki potensi wisata bahari yang beragam di sepanjang pesisirnya, sehingga eksplorasi potensi wisata tersebut juga dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui sport tourism yang berpotensi memberi dampak secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Mencoba olah raga SUP menjadi bagian penting bagi perjalanan calon taruna-taruni dalam menuntut ilmu pengetahuan dan keterampilan di kampus PKPP. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian program MPK yang dilaksanakan selama 100 hari guna menunjang peningkatan kreatifitas dan inovasi, kematangan berfikir strategis serta merawat kebugaran. Adapun tujuan selanjutnya dalam kegiatan pengenalan SUP diantaranya untuk mencari calon taruna-taruni yang memenuhi kualifikasi untuk didorong sebagai calon atlet guna memenuhi ketersediaan atlet SUP di Kabupaten Pangandaran, sehingga dapat berkontribusi mengharumkan Pangandaran melalui jalur olah raga.

Dalam pelaksanaanya agenda pengenalan SUP didampingi dan dilatih oleh pemandu bersertifikat lifeguard dari Pangandaran Paddle Board. Adapun materi singkat yang disampaikan meliputi pengenalan peralatan, teknik keselamatan, teknik menggunakan peralatan, teknik onboard, teknik berdiri, teknik mendayung dan manuver, Teknik perawatan peralatan hingga penguasaan situasi saat terjatuh. Seluruh kegiatan yang dapat dilakukan diketahui sebagai tingkatan dasar atau pemula, sehingga cukup mudah untuk dilakukan pada hari pertama berlatih. Berdasarkan pengamatan pelatih terdapat sekitar 15 orang yang telah menunjukkan potensi yang memenuhi standar dan dapat diberikan pembinaan lanjutan pada kesempatan berikutnya.

Sehubungan dengan harapan tersedianya calon atlit SUP yang bersumber dari taruna-taruni menjadikan motivasi tersendiri untuk senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama organisasi induk seperti Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Sehingga dapat mengoptimalkan potensi calon atlit untuk senantiasa berlatih dan focus pada pencapaian prestasi.  Dengan adanya upaya kolaboratif ini, semakin meneguhkan komitmen PKPP berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan program latihan dan pembinaan bagi atlit SUP di PKPP. Rekomendasi tindak lanjut terhadap program ini telah disampaikan oleh pelatih Pos TNI-AL dan pemandu Pangandaran Paddle Board pada sesi evaluasi kegiatan. (HUMAS-PKPP)

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan III PKPP Tahun 2025

Berdasarkan hasil survei periode bulan Agustus 2025 yang telah dilaksanakan, diperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada triwulan III sebesar 91,48 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik” untuk pelayanan legalisir ijazah dan transkip nilai.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh responden yang telah meluangkan waktu untuk memberikan penilaian dan masukan terhadap pelayanan kami.

Hasil ini menjadi landasan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, demi tercapainya pelayanan publik yang prima dan profesional.

– Pelayanan Publik PKPP –

(Humas PKPP)

Fieldtrip Inspiratif Catar PKPP Angkatan 9 ke Labkesmas Pangandaran

Pangandaran – Jum’at (03/10) Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pembentukan Karakter (MPK) dan wawasan ilmu pengetahuan, Catar PKPP Angkatan 9 melaksanakan fieldtrip edukatif ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) / Museum Nyamuk Pangandaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang isu-isu lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah pesisir.

Dalam suasana penuh semangat, para calon taruna diajak mengenal lebih dekat peran Labkesmas dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, pengelolaan limbah, serta upaya preventif terhadap penyakit berbasis lingkungan. Dengan pendekatan langsung ke lapangan, para peserta belajar bagaimana ilmu dan aksi nyata berpadu untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.

Terima kasih Labkesmas Pangandaran atas sambutan hangat dan ilmu yang luar biasa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi Catar PKPP Angkatan 9 dalam perjalanan akademik dan pengabdian mereka ke depan! (HUMAS-PKPP)

Standar Pelayanan Publik Politeknik KP Pangandaran

Standar Pelayanan Publik Politeknik KP Pangandaran kini dapat diakses dengan mudah!

Untuk mewujudkan pelayanan yang transparan, cepat, dan akuntabel, kami menghadirkan Standar Pelayanan Publik dalam bentuk digital.
Cukup scan barcode pada gambar untuk mengetahui standar pelayanan publik di Politeknik KP Pangandaran

Dengan akses ini, kami berharap seluruh civitas akademika dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Yuk, cek sekarang dan jadilah bagian dari pelayanan publik yang berkualitas!

(HUMAS-PKPP)

Mengantisipasi potensi resiko bencana gempa bumi dan tsunami, Politeknik KP Pangandaran menggelar latihan dan simulasi mitigasinya bersama BPBD

Pangandaran – Ahad (14/09) Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan resiko bencana gempa bumi dan tsunami kepada seluruh sivitas akademika Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran (PKPP), maka diselenggarakanlah program kegiatan Latihan dan Simulasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Pangandaran. Program tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya dalam rangka bagian dari pembangunan karakter taruna-taruni khususnya bagi calon taruna-taruni angkatan IX yang sedang menjalami Masa Pembentukan Karakter (MPK) tahun 2025.

Program latihan dan simulasi mitigasi tersebut dilaksanakan selama sehari karena materinya terdiri dari teori yang disampaikan di aula serta simulasi praktik mendekati situasi sebenarnya yang berlokasi di lapangan sebagai titik kumpul (assembly point) dan rooftop gedung kuliah sebagai tempat evakuasi sementara (TES). Secara bergantian para instruktur yang berasal dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Pangandaran memandu jalannya latihan dan simulasi kepada 172 orang sivitas akademika yang terdiri dari 147 taruna-taruni serta 25 orang pegawai.

Selain menerima materi dasar-dasar kebencanaan (teori bencana alam, dampaknya dan upaya mitigasinya) serta teknik evakuasi (mandiri dan pertolongan), seluruh sivitas akademika dilatih untuk memahami pentingnya koordinasi dan kerja sama mulai dari satuan pengamanan, taruna-taruni, tenaga kependidikan, dosen hingga pimpinan kampus PKPP saat terjadinya bencana. Sehingga diharapkan senantiasa memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis dan taktis guna mendukung pelaksanaan peran secara tepat dan efektif.

Pada rangkaian latihan dan simulasi tim instruktur telah menyiapkan beberapa skenario yang harus diikuti oleh seluruh peserta baik taruna maupun pegawai,  mulai skenario koordinasi antara pengelola kampus dengan Pusdalops-BPBD dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang melakukan pemantauan situasi melalui perangkat peringatan bencana, skenario evakuasi mandiri saat terjadinya gempa dan potensi tsunami, serta skenario penyelamatan korban yang cedera oleh tim klaster penyelamatan.

Dengan terselenggaranya program kolaboratif ini, semakin meneguhkan komitmen PKPP berperan aktif dalam menjaga kesiapsiagaan atau kewaspadaan sivitas akademika dan masyarakat sekitar akan resiko bencana gempa bumi dan tsunami. Rekomendasi tindak lanjut terhadap program ini telah disampaikan oleh para instruktur pada sesi evaluasi kegiatan, termasuk keberadaan observer dari unsur BPBD pada latihan rutin kegawatdaruratan (emergency drill) dimasa mendatang. (HUMAS-PKPP)